Archives

now browsing by author

 

Sail Sabang 2017

SAIL merupan event tahunan pemerintah Indonesia dalam mengangkat potensi daerah terpencil di Indonesia. Setelah sukses dalam event Sail Raja Ampat di Provinsi Papua Barat tahun 2014 dan Sail Tomini di Propinsi Sulawesi Tengah tahun 2015, Seni Budaya Khatulistiwa (SBK) kembali dipercaya oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk membuat, melatih dan menampilkan tari pembuka Sail Sabang di Provinsi Aceh tahun 2017 lalu.

Penampilan memukau yang dipersembahkan lebih dari 300 orang putra dan putri sabang dalam cerita dalam bentuk tarian Laksaman Malahayati mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari seluruh tamu undangan baik dari dalam dan luar negeri, terlebih dari Bapak Wakil Presiden Jusuf Kala.

Pergelaran Kesenian Betawi “Rama Ratu Jaya”

Pertunjukan yang bertajuk Pergelaran Kesenian Betawi “Rama Ratu Jaya” ini merupakan pertunjukan ke-2 yang ditampilkan oleh Seni Budaya Khatulistiwa SBK dalam event pergelaran kesenian rakyat yang diadakan oleh Taman Mini Indonesia Indah. Pertunjukan ini dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2017 di gedung Sasono LAngen Budoyo TMII pukul 19.00 sd 22.00.

Dalam pergelaran ini SBK menghadirkan seniman dan seniwati yang merupakan generasi penerus pelestari kesenian Betawi yang sampai saat ini masih aktif melestarikan kesenian dan kebudayaan Betawi.

Diantaranya , Bang Udin Kacrit yang merupakan putra dari Bapak Kacrit, Bang Andi, Mpok Engkar. Juga bintang tamu Bang Azis Gagap, Bang Jaya Noin, Bang Harris Syaus, Bang Riyanto RA.

Pertunjukan ini juga dimeriahkan dengan hadirnya Hj. Laela Sari yang kita kenal sebagai seniwati senior dalam dunia hiburan tanah air. Dalam kesempatan Djarum Foundation juga berkesmpatan memberi penghargaan bagi Hj. Laela Sari sebagai bentuk apresiasi Djarum Foundation terhadap dedikasi beliau di dunia hiburan.

Antusias penonton yang memenuhin Sasono Langen Budoyo membuat kami semakin bersemangat untuk terus aktif melestarikan mengembangkan dan menampilkan kesenian dan kebudayaan Indonesia untuk selanjutnya.

Semoga kesenian tradisional Indonesia dapat terus dicintai dan semakin lestari.

SALAM BUDAYA

Pergelaran “LAEN DULU SEKARANG BEDA”

Suatu kebanggaan bagi Seni Budaya Khatulistiwa dapat menampilkan pergelaran perjalanan sejarah musik Betawi sejak dulu hingga kini di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta.

Pergelaran yang bertajuk “LAEN DULU SEKARANG BEDA” mendapat respon positif dari Djarum Foundation untuk menjadi salah satu agenda pertunjukan Betawi pada bulan Juni 2017 guna menyambut HUT Kota Jakarta yang jatuh pada tanggal 22 Juni nanti.

Selain hiburan yang membuat seluruh penonton tertawa, pergelarana “LAEN DULU SEKARANG BEDA” ini juga membawa misi pengetahuan dan edukasi bagi para penonton tentang perjalan musik Betawi.  Dimana musik Betawi yang berawal dengan kesenian Topeng dan alat musik gendang, rebab, kenong tiga sampai pada saat datangnya bangsa Tiongkok yang mempengaruhi musik Betawi dengan hadirnya alat gesek Tiongkok yang bernama Tehyan, Sukong, dan Kongahyan, dan alat musik pukul Gambang.

Pengaruh Arab juga membuat warna musik Betawi makin berwarna dengan hadirnya Gambus, Hajir, Rebana, Marwis. Musik Tanjidor lahir saat pengaruh Eropa datang di tanah Betawi yang dibawa oleh para penjajah kala itu.

Hingga saat ini di zaman modern, alat-alat musik tradisionalpun dapat beradaptasi dan berkolaborasi yang mengakibatkan musik Betawi makin berkembang dan berwarna.

Karnaval Keprajuritan Nusantara 2016

Perjuangan Ahmad Jaketra menjadi tema yang ditampilkan Seni Budaya Khatulistiwa SBK dalan acara Karnaval Keprajuritan Nusantara 2016  yang diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta 13 November lalu.

Acara ini di selenggarakan dalam rangka menyambut Hari Pahlawan dan menjadi program rutin  Taman Mini Imdonesia Indah setiap tahunnya.

Para penari dan pemusik yang berjumlah 80 orang, tampil sebagai perwakilan DKI Jakarta, dan puji syukur kepada Tuhan YME bahwa kami SBK dapat memberikan DKI Jakarta sebagai salah satu dari lima penyaji terbaik.

15032721_1254036644656764_7730519498223436235_n 15032912_1254037571323338_7451621056483060580_n 15094527_1254037217990040_3737482873125471500_n 15094964_1254037747989987_6645276636582735854_n 15056459_1254037377990024_844952913454400102_n

Peringatan 88 tahun Sumpah Pemuda 28 Oktober 2016

Bersama 10 tim kesenian yang berasal dari 10 propinsi yang ada di Indonesia,  Seni Budaya Khatulistiwa (SBK) ikut memeriahkan peringatan 88 Tahun Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 – 28 Oktober 2016 yang dilaksanakan di Istana Negara Jakarta.

Acara yang ber tajuk “Nusantara Berdendang” ini juga menghadirkan peraih medali emas Olimpiade Liliana Natsir dan Tantowi Ahmad sebagai pembaca Sumpah Pemuda.

 

fb_img_14777085741431 fb_img_14780394234781 fb_img_14780393355431 fb_img_14780393388481 fb_img_14780394234781 fb_img_14780393998041 fb_img_147770997321016

Sendratari “Laksamana Keumalahayati”

Pemerintah Aceh dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh bersama Seni Budaya Khatulistiwa – SBK, menggelar pertunjukan Sendratari Laksamana Keumalahayati pada malam puncak peringatan HUT TMII ke-41 di Teater Bhineka Tunggal Ika TMII 20 April 2016.

Acara yang dihadiri oleh beberapa mentri kabinet kerja tersebut menjadi luar biasa saat tokoh-tokoh dan seniman-seniman berkolaborasi bersama Seni Budaya Khatulistiwa – SBK dalam menyuguhkan pergelaran tersebut. Diantaranya, Nova Eliza, Teuku Rifnu Wikana, Bapak Marzuki, Altajaru, Rumoh Budaya, dan turut berperan Sanggar Cut Nyak Dhien yang merupakan binaan Istri Gubernur Pemerintah Aceh yang berkolaborasi bersama.

Seni Budaya Khatulistiwa – SBK ditunjuk langsung oleh Pemerintah Aceh sebagai pelaksana dalam pergelaran tersebut, sekaligus dalam rangka mengenalkan lebih dekat sosok Pahlawan yang berasal dari Aceh Keumalahayati juga sebagai event promosi Provinsi Aceh.

KEUMALAHAYATI-2 KEUMALAHAYATI-4 KEUMALAHAYATI-5 KEUMALAHAYATI-7 KEUMALAHAYATI-8 KEUMALAHAYATI-9 KEUMALAHAYATI-22 KEUMALAHAYATI-45 KEUMALAHAYATIKEUMALAHAYATI-24KEUMALAHAYATI-21KEUMALAHAYATI-37KEUMALAHAYATI-27KEUMALAHAYATI-31KEUMALAHAYATI-32KEUMALAHAYATI-33KEUMALAHAYATI-36KEUMALAHAYATI-38KEUMALAHAYATI-25KEUMALAHAYATI-18KEUMALAHAYATI-19KEUMALAHAYATI-15KEUMALAHAYATI-46KEUMALAHAYATI-14

SAIL TOMINI 2015

Pelaksanaan Sail Tomini 2015 yang diselengkarakan pada tanggal 19 September 2015, dan berlokasi di Pantai Kayu Bura, Kabupaten Parigi Moutong, Propinsi Sulawesi Tengah ini merupakan kali ke-2 kami, Seni Budaya Khatulistiwa (SBK) di tunjuk oleh Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk mempersiapkan 250 orang penari sebagai Tari Pembuka dalam event tersebut, yang sebelumnya juga pada Sail Raja Ampat 2014 lalu.

 

 

IMG_6474 (Medium) IMG_6548 (Medium) IMG_6713 (Medium) IMG_7213 (Medium) IMG_7231 (Medium) 12049420_546994118785322_953225614925945335_n IMG_7854 (Medium) IMG_7876 (Medium)IMG_7815 (Medium)11951337_546994018785332_2205207517671604734_nIMG_7881 (Medium)

Tari “Songu Lara Mombangu” adalah tari yang dipersembahkan dihadapan Presiden RI, Bpk. Joko Widodo yang berarti “Bersama kita Membangun”.

Tari pembuka ini melibatkan 250 orang penari yang merupakan siswa dan siswi sekolah menengah yang berada di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Diantaranya berasal dari Torue, Tolai dan Sausu.

Tari garapan massal ini mengangkat 4 Kabupaten yang berada di Teluk Tomin, diantaranya Kab. Parigi Moutong, Kab. Poso, Kab. Tojo Una Una, dan Kab. Banggai. Serta menampilkan 13 Kabupaten Kota di Propinsi Sulawesi Tengah sebagai gambaran penyambutan dan kegembiraan masyarakat Sulawesi Tengah dalam event Sail Tomini 2015 ini.

IMG_8034 (Medium) IMG_8037 (Medium) IMG_8040 (Medium) IMG_8043 (Medium) IMG_8045 (Medium) IMG_7954 (Medium) IMG_7979 (Medium) IMG_8013 (Medium)

Napak Tilas Proklamasi

Menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-70,  Seni Budaya Khatulistiwa (SBK) dipercaya sebagai pembuka di event yang dihadiri Gurbernur DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnama (Ahok) 16 Agustus 2015 bertempat dihalaman Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat. Penata: Seni Budaya Khatulistiwa (SBK), Penata Musik: Entong Sukirman.

Event yang dihadiri juga oleh para veteran ini diajak untuk terbawa kembali pada saat rakyat Indonesia berjuang untuk Merdeka hingga Ir. Soekarno dan Moh. Hatta membacakan naskah proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945.

Fragmen tari yang ditampilan melibatkan lebih dari 60 penari dan lebih dari 30 pemain teater di Jakarta. Lelehan air mata tampak dimata para veteran yang hadir saat menyaksikan adegan kekejian tentara Jepang menyiksa rakyat Indonesia, begitu juga semangat dan teriakan Merdeka yang mereka teriakan mereka saat naskah proklamasi dibacakan oleh pemeran tokoh Ir. Soekarno.

Semoga usia 70 tahun ini membawa Indonesia menuju lebih baik dan maju mengejar ketertinggalan oleh bangsa lain.

Merdeka..!!20150816_133704 20150816_144341 20150816_144347 20150816_145445 20150816_145245 20150816_145150 20150816_145004

Jambi Expo 2015

Penampilan karya tari “Tuah Tengkuluk” pada pembukaan event Jambi Expo 2015 yang berlangsung selama 3 hari bertempat di Taman Menteng Jakarta Pusat. Event yang dibuka langsung oleh Gurbenur propinsi Jambi ini juga menampilkan produk-produk unggulan dari seluruh kabupaten yang ada di propinsi Jambi berupa kain batik Jambi, batu akik dan kerajinan tangan yang diproduksi oleh masyarakat Jambi.

#SBKindonesia #SBKinaction

7 6 4 3 1 2

 

Bakti Sosial Panti Asuhan

Tanggal 13 Juli 2015 menjadi saat yang mengharukan dan membahagiakan bagi kami, haru dan bahagia bercampur saat melihat senyum dan tawa anak-anak yatim piatu Annur Muhiyam, Bukit Duri Jakarta Selatan.

 

Berbagi kebahagiaan bersama mereka merupan hal yang indah bagi kami. Ditambah bantuan dari teman-teman yang turut serta bersama SBK memberi sebagian hartanya kepada mereka.

Santunan YatimPiatu-2 Santunan YatimPiatu-5 Santunan YatimPiatu-7 Santunan YatimPiatu-54

Read More >

^