Pergelaran “LAEN DULU SEKARANG BEDA”

Suatu kebanggaan bagi Seni Budaya Khatulistiwa dapat menampilkan pergelaran perjalanan sejarah musik Betawi sejak dulu hingga kini di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta.

Pergelaran yang bertajuk “LAEN DULU SEKARANG BEDA” mendapat respon positif dari Djarum Foundation untuk menjadi salah satu agenda pertunjukan Betawi pada bulan Juni 2017 guna menyambut HUT Kota Jakarta yang jatuh pada tanggal 22 Juni nanti.

Selain hiburan yang membuat seluruh penonton tertawa, pergelarana “LAEN DULU SEKARANG BEDA” ini juga membawa misi pengetahuan dan edukasi bagi para penonton tentang perjalan musik Betawi.  Dimana musik Betawi yang berawal dengan kesenian Topeng dan alat musik gendang, rebab, kenong tiga sampai pada saat datangnya bangsa Tiongkok yang mempengaruhi musik Betawi dengan hadirnya alat gesek Tiongkok yang bernama Tehyan, Sukong, dan Kongahyan, dan alat musik pukul Gambang.

Pengaruh Arab juga membuat warna musik Betawi makin berwarna dengan hadirnya Gambus, Hajir, Rebana, Marwis. Musik Tanjidor lahir saat pengaruh Eropa datang di tanah Betawi yang dibawa oleh para penjajah kala itu.

Hingga saat ini di zaman modern, alat-alat musik tradisionalpun dapat beradaptasi dan berkolaborasi yang mengakibatkan musik Betawi makin berkembang dan berwarna.

Tinggalkan Balasan

^